Blinking Cute Box Cat Welcome to my world. Still hard work to get my beautiful dreams!

Rabu, 08 Januari 2014

Hanya Untuk Masa Lalu

Di saat aku sendiri mungkin aku masih bisa berpikir bahwa aku masih mencintaimu. Meski disana kamu masih terus saja tersenyum dan tentu masih bersamanya. Melihat fotomu kembali mengingatkan aku pada yang telah lalu. Aku lelah, sungguh cukup lelah. Aku bahkan kini sudah tidak bisa menangis seperti dulu dengan mudahnya. Tapi mengingatmu, mengingat kebodohanku dalam mencintaimu. Mungkin air mata ini terpaksa menetes untuk kali ini. Kau masih saja membuatku terpesona. Tak ada yang akan berubah meski aku masih menangis untukmu kini. Waktu memang berubah tapi hatimu, takkan berubah.

Sudah cukup rasanya aku mengingat-ingat tentangmu. Itu hanya akan menyisakan beberapa luka yang masih belum jua kering. Dalam lisanku berkata bahwa akan melupakanmu. Iya mungkin aku melupakanmu. Namun kenangan tentangmu masih saja membekas dalam benakku. Semua kebodohanku, lemahnya aku dalam mencintaimu jelas masih membekas. Mungkin sekali saja aku ingin menatapmu.

Dulu, aku masih bisa melihatmu ketika rindu sudah menyeruak dalam hatiku. Namun ketika kamu pergi, melihatmu sudah tak sesering dulu. Bahkan hingga kini sudah lama rasanya aku sudah tak melihatmu. Mungkin aku tlah mengganggapnya bahwa aku telah melupakanmu. Namun ketika sepi menyerangku, apa daya hatiku tak mungkin berkhianat. Mungkin aku melupakan sosokmu. Namun kenanganmu lah yang membuatku menjadi lebih lemah daripada dulu. Sakit rasanya memang mengingatnya namun aku juga tak tahu mengapa memoriku memutar kembali kenangan itu dalam sepiku.

Sudah cukup aku mengetahui kabarmu. Sudah cukup aku mengetahui kamu masih bahagia. Dan sudah cukup aku mengetahui bahwa mimpimu jelas masih sama seperti dulu. Semoga, tahun ini kamu bisa kembali melanjutkan mimpi yang sempat tertunda di tahun kemarin. Semoga, tahun ini kamu bisa merangkai kembali rangkaian asa-asa yang sempat berantakan karena kekecewaanmu. Semoga, semakin tahun hubungan kalian baik-baik saja dan selalu diselimuti kebahagiaan hingga takkan ada orang lain yang kan bisa memisahkan.

Aku disini masih baik-baik saja meski aku tak lagi menatapmu. Jelas, aku masih bisa bernapas melihat senja dan fajar pagi. Aku sekali lagi tersenyum pernah mencintaimu. Pernah mengagumi lelaki setampan kamu. Mungkin ketika suatu nanti aku jatuh hati lagi, takkan aku ulangi lagi salahku dalam mencintai. Karena pada akhirnya aku lagi-lagi kan terluka. Tapi semua luka itu sungguh mendewasakan aku. Membuatku lebih mengerti tentang caranya memaknai hidup. Terima kasih sungguh-sungguh terima kasih atas semuanya untukmu. Semua tentangmu akan selalu kusimpan dalam ruang yang akan selalu kosong dan takkan pernah kulupakan sedetik pun. Itu karena kamu dulu sangatlah berarti.

Ada kalanya, bertemu denganmu adalah kebahagiaan..
Namun nyatanya, itu akan membekas luka pada yang tlah ada di sisimu,
Aku takkan lagi mengusik,
Aku takkan lagi mencari tahu tentangmu, keberadaanmu,
Tapi izinkanlah aku berterima kasih atas semuanya,
Berbahagialah selalu bersamanya.

Jumat, 03 Januari 2014

Saffron, si Cantik Yang Multifungsi

Kini makin banyak wanita yang gencar mencari alternatif perawatan kulit alami yang menurutnya tidak lebih menguras dompet tapi nyatanya perawatan yang dibuat sendiri dengan bahan-bahan alami cenderung harganya lebih mahal. Tapi banyak juga yang rela menguras sedikit dompetnya demi mendapatkan kulit idamannya. Nah, salah satunya adalah saffron. Saffron merupakan putik yang di dapatkan dari bunga 'Crocus sativus' yang hanya ada tiga dalam setiap bunganya. Itulah mengapa harganya mahal dan sangat sulit sekali di temukan di Indonesia. Mau tau manfaarnya? check it now...

1. Mengandung crocin dan safranal sebagai komponen utama yang membuat warna kulit lebih merata dan bercahaya serta aromanya yang begitu harum sehingga sering di jadikan pengharum makanan/ruangan. Pada setiap bunga saffron, serbuk sarinya memang sedikit namaun serbuk sari tersebut menjadi kunci utama dari untuk solusi berbagai masalah kulit seperti jerawat maupun kulit sensitif.

2. Kaya akan kandungan mineral dan vitamin seperti copper, potasium, kalsium, mangan, iron, selenium, zinc dan magnesium. Semua unsur tersebut sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit dan tubuh.Tidak hanya itu saffron juga mengandung vitamin A, asam folat, niasin dan vitamin C yang sangat baik untuk menjaga dan membantu keremajaan kulit. Kandungan vitamin dan mineral tersebut juga dapat membuat warna kulit semakin bersinar sehingga kulit pyn akan terlihat putih merona alami.
Saffron dipenuhi dengan kualitas anti-bakteri, maka itu Saffron dapat menyembuhkan jerawat. Saffron yang berharga ini juga dapat membantu membersihkan dan mencerahkan kulit.

 3. Memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga mulai banyak perawatan kulit yang menggunakan saffron. Selain kandungan di atas, saffron memiliki sifat hidrasi sehingga dapat digunakan dalam hydrating cream, moisturizer dan juga scrub. Karena itulah, pemanfaatan saffron untuk kecantikan juga baik untuk yang punya masalah kulit kering. Dan yang punya masalah jerawat, menggunakan perawatan kulit yang mengandung saffron juga dapat menjadi solusinya karena bersifat anti bakteri dan exfoliating. Oleh karena itu, produk perawatan kulit yang mengandung saffron sangat baik untuk membersihkan jerawat.

Nah, udah tau kan manfaatnya? Kalau boleh milih sih pake perawatan kulit yang udah ada di pasaran maklum pembelian asli saffronnya mahal sekali. Dan big thanks yang udah baca semoga bermanfaat buat yang lagi nyari.


-- Dikutip dari http://www.ponds.co.id & http://www.okefood.com --

Rabu, 18 Desember 2013

Aku Hanya...

Aku hanya sebutir dedaunan yang berjatuhan. Aku tak pernah marah pada angin yang menyapuku pergi menjauh dari dahan. Ia mengingatkan aku pada seorang yang pernah kucinta. Namanya selalu ada dalam setiap seuntai demi seuntai kata yang terucap di bibirku dan juga setiap bulir-bulir air mata yang menetes di setiap harinya. Mungkin aku ini lemah karenamu. Iya, aku lemah karena mencintaimu!

Tak ada yang pernah tahu aku menangis. Iya, menangis untukmu. Tidak ada yang pernah mengerti bagaimana merindukannya aku kepadamu. Kau seperti dahan yang tinggi namun aku hanyalah daun yang sudah jatuh namun tak bisa kembali lagi. Aku terus memikirkan cara bagaimana aku bisa mencapai puncak itu. Namun semakin lama aku memikirkan, aku semakin layu, mengering dan mati. Saat itu aku tak bisa melihatmu lagi. Aku sekali lagi merindukanmu. Lalu aku bereinkarnasi di dalam tanah dan menjadi daun baru seperti semula. Seperti layaknya dulu aku masih denganmu. Namun tetap saja daun ya tetaplah daun. Ia akan tetap gugur berjatuhan. Mungkin kali ini aku akan marah pada angin. Namun aku hanya kecil tak berdaya.

Ingin rasanya kulampiaskan. Tak tahu pada siapa. Lagi-lagi air mata menetes di pelupuk mataku. Sudah cukup rasanya aku menjadi begini. Aku lelah menjadi selemah ini. Akankah aku kan menjadi seperti daun itu? Yang terus saja berguguran lalu mati? Lalu apa gunanya aku punya cinta bila mungkin akan seperti itu lagi. Mungkin saatnya aku menjadi daun plastik yang akan bertahan selamanya pada dahan. Namun Tuhan memberitahuku bahwa pasti akan ada cinta untukku. Namun apa? Namun kapan? Seperti inikah terjalnya jalanku menuju takdir?

Kini, aku hanya ingin sendiri menikmati eloknya rerumputan dan bunga-bunga yang mengharum. Tak ada yang boleh masuk sebelum aku benar-benar mengistirahatkan hatiku untuk sementara. Benar-benar bahagia rasanya seperti melayang kesana-kemari. Tidak seperti dulu karena hanya terpaut pada satu titik pusat. Sekarang setidaknya aku bisa bebas tanpa harus menangis lagi. Menangis merindukannya.

Jadi biarkanlah aku tetap sendiri hingga hatiku yang menentukan kapan harus dibuka dan kapan lagi harus ditutup.

Terima kasih atas semua pembelajaranmu Tuhan,
Meski hingga kini hatiku belum terpaut pada siapapun,
Tapi semua ini mengajarkanku banyak hal,
Yang membuatku lebih dewasa dalam memaknai kehidupanmu,
Untuk meraih dunia dan menjemput jodoh yang masih menjadi misteri, Milikmu...

Jumat, 01 November 2013

Cinta datang terlambat (part 1)

"Filan,aku mau ngomong. Bisa kita ngomong berdua aja?", tanyaku sambil menyeret dia keluar dari kelas hari itu. Iya lebih tepatnya kali ini aku mau niat ngomong kalau aku punya rasa sama Filandya Keilana Hutama atau biasa dipanggil Filan itu. Cewek cantik tinggi semampai model sebuah agency cukup terkenal di kotaku.

"Ngapain Rein?",tanyanya sesampainya aku menyeretnya di sebuah lorong dekat perpustakaan. Itu karena aku takut untuk mengungkapkan padanya bila banyak orang yang tahu. Di depannya pun kini aku masih grogi banget. Ini yang susah banget buat aku lakuin. Padahal kemaren aku udah belajar sendirian di kaca. Tapi ternyata di kaca sama kenyataannya beda ya pikirku. Detak jantungku jumpalitan nggak karuan. Bahkan rasanya mulutku serasa membeku. Kakiku tak henti-hentinya menggerus lantai. Dan juga tanganku tak henti-hentinya juga bergetar hingga bunga yang sedari tadi kubawa akhirnya jatuh. Dan dia pun tahu.

"Apa ini Rein? Kenapa kamu getar gitu? Kamu sakit?",dilihatnya wajahku dengan seksama dan memegang keningku. Untuk memastikan apakah aku sedang demam. Iya, aku demam cintamu duhai pujaanku. Aku pun mundur satu langkah karena keringatku semakin lama semakin mengucur tak henti-henti. Rasanya detik ini juga aku berlari. Tapi semakin lama aku berlari semakin lama aku menghindar, cinta ini takkan pernah hilang.

"Aku.. Aku.. Aku sayang kamu Filan. Ini buat kamu",jawabku sambil memungut bunga mawar tadi. Aku memberikan mawar itu 2 warna yakni merah dan putih. Mengapa aku memberikannya kedua warna itu, karena merah melambangkan cinta sedangkan putih melambangkan kesucian. Aku mencintainya dengan tulus. Tanpa melihat apapun yang tampak darinya. Iya, aku tahu aku cuma Defrial Reinandra Gustama. Aku cuma seorang cowok yang berusaha menjadi seorang pria. Salah satunya dengan dewasa berkata ke seorang yang sudah membuatku jatuh cinta. Cuma seorang murid biasa yang bercita-cita menjadi penyanyi.

"Ternyata kamu nggak romantis. Norak banget caramu mengungkapkan pengungkapan seperti ini. Aku pikir kamu nembak gini nyanyiin lagu romantis gitu. Kamu aja bawa kesini biar nggak ada orang yang tahu kan? Kamu takut aku tolak kan? Tapi masalahnya hatiku bukan di hatimu",jawabnya yang pas nusuk hatiku. Bunga itu diinjak olehnya dan langsung pergi begitu saja. Aku menangis sejadi-jadinya sesaat itu. Tapi aku meyakinkan diri bahwa meskipun ditolak tapi yang penting sudah berusaha mengungkapkan daripada diam-diam menangis karena merindukannya? Mungkin cuma sejauh ini yang bisa aku lakukan.

Sesampainya di rumah, kebiasaan pasti langsung buka twitter dan nemuin nama dia di TL. Dan nulis status.

@Filanhutama : Sumpah jijik gue di tembak kek begitu. Cupu,norak dan ga romantis. Pantes lah gue tolak elo, fvck boys!

Dan aku cuma ngelus dada bacanya. Terus aku nulis status.

@Reindev : Aku tahu itu cupu sama norak. Tapi setidaknya semua itu sudah aku ungkapkan meski akhirnya itu menyakitkan aku.

Dibalesnya sama temenku namanya Brizzelania Rachella,temen akrabku di twitter.

@Reindev : Tetep semangat Rein. Gua salut sama perjuangan elo. Cewek itu aja yang bego enggak nerima elo. Padahal elo kan perfect Rein.

@brizzela : Sumpah ya elo lebay banget. Kapan elo mau syuting?

@Reindev : Kapan elo mau manggung lagi? :O

@brizzela : Yang lain pada sibuk nih. Belom tau kapan. Sms aja ya. Takutnya ada yang nge-kepo Zel.

@Reindev : Lebay elu. Siapa juga yang mau nge-kepoin elo. Idih -,- oke deh otw message.

Sampai malem aku terus saja mengetikkan pesan ke Zela. Entah itu masalah band sampai curhat segala. Nggak tau awalnya mana dan akhirnya mana. Yang penting asik deh cerita sama dia pokoknya sampek lupa kalo hari ini aku habis ditolak.

                                                  ======================

Keesokan harinya, hari berjalan dengan biasanya. Mungkin yang beda hubungan antara aku sama Filan. Itu terlihat saat aku berpapasan sama dia waktu sama-sama masuk ke kelas. Dan anehnya, temen-temen lagi bisik-bisik aneh waktu aku masuk.

"Ih,katanya Rein nembak Filan lho. Diterima enggak ya? Rein kan keren. Tapi gue nggak rela ah kalau mereka jadian. Filan songong begitu",begitulah kira-kira cuplikan gosip yang silih berganti bersahutan. Jelas itu yang nge-gosip cewek. Kan dengan jelas memuja gue banget. Haha,ternyata gue setenar itu di mata mereka. Eits, jangan salah ternyata cowok juga nge-gosip.

"Sumpah ya, gue denger-denger Rein itu nembak Filan. Dia bawa kaca nggak sih? Filan kan bohay gitu masa sama dia yang kebanyakan lemaknya? Aduh, nggak bisa bayangin gue kalau mereka jadian. Kayak bapak sama anak jadinya",begitulah kira-kira cuplikan gosip para makhluk berjangkun di pojokkan sana. Sumpah gatel banget ngedengernya. Aku pun memutuskan keluar dari kelas sambil membanting pintu dan pergi. Rasanya sumpek banget diginiin. Dan anehnya Filan juga melakukan hal yang sama. Mungkin dia juga sama-sama sebel sama kelakuan para makhluk kurang kerjaan macam mereka.

Diluar,aku memutuskan buat nelpon Zela. Dan curhat soal ini. Eh nggak diangkat sama dia.

"Hayo ngapain elo ada disitu? Ngapain juga nelpon gue? Kangen sama gue?",teriak dari atas. Tepatnya ada di kelas atas dan disitu munculnya makhluk bernama Brizzela. Kayak kuntilanak nangkring di atas pohon.

"Mau curhat lagi zel, kesel di kelas",jawabku singkat.

"Pagi-pagi udah mau curhat. Biro konsultasi belum dibuka jam segini. Kan kemaren gue udah buka konsultasi sampek malam. Sampek sempet gue tinggal ngorok tuh dengerin elo ngoceh nggak selesai-selesai. Entar aja deh buka konsultasi lagi pas jam istirahat",jawabnya panjang lebar tambah panjang dan tingginya. Dan dia langsung ngeloyor pergi tanpa babibu.

Dan jam istirahat pun datang. Bel berbunyi dengan nyaringnya sampek rasanya memekakkan telingaku. Pelajaran matematika yang membosankan. Sebenernya bukan pelajarannya tapi lebih tepat gurunya yang ngebosenin tingkat malaikot. Langsung aku ngeloyor ke kantin setelah si Pak Handoyo pergi dan musnah dari pandanganku. Mencari si Zela yang katanya udah nungguin gue di kantinnya Bu Rocky. Haha, nama yang lucu bukan. Iya, karena Ibu kantinku satu ini suka banget sama musik rock. Tiap hari dengerinnya musik rock. Sampek berisik di kelas waktu pelajaran. Tapi itu dulu jadi sekarang berubah jadi namanya aja yang diganti. Tapi nama aslinya Bu Hanum. Haha, ngomong-ngomong tentang Bu Rocky. Jadi keinget kelezatan Zupa-zupa ala bu Rocky. Haha, bak kantin internasional kan ada menu zupa-zupanya.

"Ada apa lagi sih Rein? kayaknya emergency banget ceritanya?",tanyanya saat aku sudah sampai di kantin.

"Bentar,pause dulu mau pesen zupa-zupa bu Rocky ku sayang",jawabku singkat sambil lari ke mejanya bu Rocky.

Tiba-tiba saat aku sudah membawa piring zupa-zupa ke mejaku, aku melihat Filan digandeng sama anak basket. Jelas banget karena cowok itu pake baju basket dan keringat bercucuran sambil menggandeng mesra tangan Filan. Rasanya pengen nangis liatnya. Tapi aku harus sabar. Dia bukan siapa-siapaku jadi apa hak dia untuk buat aku nangis lagi. Lalu, si cowok berdehem keras agar semua orang memperhatikan dia. Dan keliatan banget kalau Filan ketakutan digandeng cowok itu.

"Gue umumin mulai hari ini kalau Filandya Keilana Hutama udah resmi jadi pacar gue Marcellino Thereno dengan atau tanpa persetujuan Filan sendiri. Dan bagi yang keberatan bisa lapor gue",teriaknya keras sehingga seluruh makhluk di kantin itu melihat mereka berdua. Dari sana aku lihat Filan keliatan takut banget. Dia berkali-kali berusaha melepaskan tangan cowok itu. Tapi tetep aja yang namanya cewek tetep aja kalah kalau udah berhadapan sama cowok. Apalagi cowok macam itu. Rasanya urat nadiku mengeras. Ingin rasanya ku hantam mukanya dengan bogem mentahku karena wajahnya keliatan banget sombongnya.

"Eits Rein, jangan lakuin yang aneh-aneh ya",sergah Zela. Aku cuma pengen tahu dia itu siapa seenaknya kayak gitu sama cewek secantik Filan. Belum selesai aku memikirkannya, Zela udah nyeret aku pergi ke taman belakang sekolah.

"Siapa sih dia Zel? Sok berkuasa banget dia Zel?",tanyaku sesaat setelah sampai di taman.

Suasana menjadi hening tak bergeming. Dia cuma menghela napas panjang.

Rabu, 30 Oktober 2013

Ternyata Kamu...

Kamu yang selalu di hatiku entah mulainya kapan. Bahkan berakhirnya pun kapan aku tak tahu. Kau yang jauh, kau yang entah sedang apa kini, kau yang sedang memikirkan apa kini. Aku merindukanmu, aku merindukan kenangan yang telah kau buat dulu. Kenangan yang ratusan jumlahnya hingga aku pun masih teringat detailnya bahkan detak jantungku saat itu. Bahkan apapun tentangmu aku masih mengingatnya dengan jelas. Seperti rasanya aku sedang memutar sebuah film yang dapat kutonton kapanpun aku mau. Setiap detiknya pun aku masih mampu mengingatnya. Aku tak tahu mengapa cuma kamu yang selama ini ada di hatiku tanpa disadari.

Ternyata, butuh waktu untuk menyadari. Butuh pengertian untuk memahami. Butuh beberapa orang untuk kembali membuatku tahu bahwa kamu sangat sulit untuk dilupakan kenangannya. Banyaknya kenangan membuatku rasanya ingin menangis. Mengapa kamu yang sudah jauh. Mengapa kamu yang sudah tak ada lagi di sisiku bertahun-tahun lamanya lah yang tetap ada dihatiku hingga kini. Mengapa? Mengapa sulit untuk membuatku pergi dari jeratan cinta? Mengapa kamu yang sempurna yang telah mencuri hatiku lagi? Mengapa? Mengapa kamu yang aku cintai? Mengapa kamu hidup lagi di hatiku padahal kenangan bahkan kamu sudah ku kubur dalam-dalam. Mengapa baru sekarang aku menyadari?

Ternyata, cuma kamu lah yang membuat hidupku seperti pelangi. Kamu yang pertama kali mengajarkan aku tentang cinta mengajarkan aku bahwa hidup tak selalu berjalan lurus. Tapi adakalanya hidup itu membahagiakan. Dan kamulah salah satu pelengkap bahagiaku dulu. Mengapa hatiku kembali mencintaimu? Padahal kita telah terpisah jauh dalam ruang dan dimensi yang berbeda. Padahal kita telah berbeda jalan bertahun-tahun yang lalu. Tapi mengapa engkau kembali mengisi kekosongan hidup ini?

Aku baru menyadari sekarang, bahwa meskipun sudah ada beberapa orang yang keluar masuk hati ini, ternyata semua itu tak pernah mengubur sedalam-dalamnya kenangan kita. Kenangan kita bak hantu yang kini sedang menghantui malamku, siangku bahkan dalam mimpiku. Semua orang itu hanya sebagai pembelajaranku. Ada yang membuatku mengerti bahwa cinta itu tak harus memiliki. Ada yang mengajariku tentang penemuan jati diriku. Mengerti bahwa untuk tidak mudah terpengaruh pada tatapan mata. Untuk tidak mudah menyerah mengejar mimpi. Dan kini akhirnya aku menyadari bahwa hatiku itu rumahnya dihatimu. Tapi apakah kini kau menerimaku kembali atau bahkan kini rumah dihatimu telah ada yang mengisi? Mungkin.. tapi aku harap aku masih bisa masuk ke dalamnya.

Maafkan aku baru menyadari sekarang,
Setelah banyaknya sakit hati yang kurasa,
Aku baru mengerti bahwa rumah hatiku adalah di hatimu,
Aku merindukanmu, merindukan apapun tentangmu,
Ejekan itu, keisengan itu, kejailan itu, pertengkaran itu,
Aku merindukannya, bisakah kita ulang sekali lagi?
Mengulangnya untuk kedua kalinya...

Kamis, 24 Oktober 2013

Bersama Kamu, dulu...

Teruntuk orang yang pernah jadi orang teristimewa di hatiku. Yang ajarkan aku pada banyak hal. Bersama denganku pada proses pendewasaanku dulu. Yang dulu pertama kalinya aku menitikkan air mata untuk pertama kalinya untuk cinta. Pertama kalinya mengenal apa yang namanya cemburu itu. Cuma kamu yang waktu itu mengenalkan apa artinya pengorbanan dan keikhlasan ketika akhirnya cintamu bukan untukku. Tapi kamu telah mengajarkan banyak hal tentang cinta bahkan sampai sekarang kadang-kadang aku masih sering merindukanmu. Merindukan saat-saat itu bersamamu. Meski tak berlangsung lama tapi aku sangat bersyukur pernah mengenalmu.

Kamu adalah orang yang paling arogan yang pernah ku kenal. Bahkan kamu adalah orang yang paling moody yang pernah ku temui kini. Tapi cuma kamu lah yang memorinya paling kuat di memoriku bahkan hatiku. Bahkan Aku tak pernah lupa setiap detik momen-momennya. Bahkan aku masih bisa tersenyum sendirian setiap kali aku mengingatnya. Kau sungguh begitu istimewa di hatiku. Dulu ataupun sekarang.

Dulu, kamu adalah teman atau mungkin sahabat sekaligus orang yang aku kagumi aku cintai. Bahkan hingga kini aku masih mengagumimu. Kamu yang dulu bersinar dan paling spesial. Hingga kini pun bintangmu tak pernah padam bahkan lebih bersinar daripada dulu dan lebih spesial di mata hatiku.

Kini, tanganku tak mampu lagi untuk menuliskan serentetan alasan betapa istimewanya kamu bagiku. Intinya kamu adalah orang yang pernah ada di hatiku mungkin sampai sekarang. Kamu juga yang pertama kalinya mengajarkan aku pada seni. Menunjukkan aku pada apa yang ada di diriku. Intinya kamu spesial, intinya kamu seperti bintang yang bersinar.

Makasih banyak atas semua pelajaran yang pernah kau ajarkan,
Untuk pertama kalinya tentang cinta,
Tentang rasa cemburu,keikhlasan,pengorbanan bahkan merasa dicintai,
Oleh seorang yang pernah aku cintai dulu,
Kini aku hanya mengagumimu, dari kejauhan memandangimu,
Yang telah bahagia.


Rabu, 16 Oktober 2013

Mungkin, sekali lagi...

Entah yang kupikirkan sekarang. Ini hanyalah sebuah ilusi atau hanyalah sebuah rekaan imajinasi. Dulu engkau yang pernah menjadi bintang dalam hatiku. Yang pernah jadi pewarna dalam duniaku. Yang kini telah jauh. Yang masih tetap bersama dia.

Tiba-tiba, aku sangat ingin bertemu denganmu. Ingin sekali ku melihatmu lagi. Entah apakah ini rindu atau apalah. Rasanya ingin sekali melihat senyum itu lagi. Menatap indah bola mata itu. Merasakan bagaimana rasanya menangis itu. Aku tiba-tiba merindukannya. Padahal dulu aku sangat ingin segera melupakanmu. Namun sekarang, entah mengapa rasanya ingin kuputar ulang waktu itu. Ingin rasanya ku rasakan bagaimana lemahnya aku dulu. Aku tahu itu menyakitkan. Namun aku juga tak tahu mengapa kini aku sangat memutar ulang waktu itu.

Dulu, aku yang begitu lemahnya dalam mencintaimu. Menangis diam-diam memandangimu bergandengan dengannya. Tersedu dalam kebisuan saat rindu sedang menusuk sanubariku. Semuanya begitu jelas terekam di memoriku. Bagaimana dulu aku sangat bahagia saat memandangimu. Menyentuh tanganmu untuk pertama dan terakhir kalinya. Bagaimana dulu aku menyanyikan lagu yang sekaligus menjadi lagu perpisahan yang tak mungkin begitu saja kulupa. Bagaimana dulu aku memandangimu yang sedang tersenyum bersama teman-temanmu untuk terakhir kalinya. Bagaimana dulu aku selalu memandangi fotomu ketika aku merasa suntuk dan merindumu lagi. Bagaimana dulu aku menangis yang terakhir kalinya untukmu.

 Kini, aku sebenarnya tak ingin memutarnya lagi. Namun entah mengapa tiba-tiba aku kembali merindukan saat-saat itu. Padahal dulu aku telah meyakinkan diri bahwa hanya kamu lah yang akan ada di hatiku. Namun mungkin Tuhan memang adil agar aku tidak terlalu lama jauh terpuruk pada cinta yang tak pernah ada ujung dan labuhannya. Aku tahu kini hidupku menjadi lebih melegakan. Semenjak hatiku yang telah menghapus memori tentangmu. Tapi rasanya, hatiku mati rasa karena sudah kosong. Seperti tidak ada lagi hal yang bisa membuatku semangat. Tak ada lagi yang istimewa dan spesial bagiku kini. Dulu padahal aku berharap menjadi orang tanpa cinta. Tapi kini aku baru menyadari bahwa ternyata tanpa cinta itu rasanya lebih menyedihkan daripadaku yang dulu.

Tapi, aku tak berharap juga untuk kembali seperti dulu. Yang begitu lemahnya dalam mencintainya. Tapi aku hanya berharap bisa bertemu dengannya lagi. Setidaknya untuk menuntaskan rasa rinduku yang dulu belum selesai dulu. Agar setidaknya aku merasa lega untuk melepaskanmu pergi dari hatiku.

Kini, aku hanya berharap aku bisa membuka hati untuk hati yang tulus mencintaiku juga. Bukan hanya aku sendiri yang berjuang. Tapi dia juga berjuang untukku. Karena cinta dibangun oleh 2 orang yang saling mencintai. Pada hakikatnya cinta tak melulu soal mencintai. Di dalamnya harus terbangun rasa saling percaya. Semoga aku akan bertemu denganmu lagi yang sudah bahagia suatu saat nanti. Dan aku akan temui kamu jika aku juga sudah bahagia.

Mungkin, sekali lagi untuk menatapmu,
Melihat senyum manis itu,
Seperti kala senja hari itu,
Semoga kita bisa bertemu lagi,
Dalam dimensi dan waktu lain,
Suatu saat nanti..