Blinking Cute Box Cat Welcome to my world. Still hard work to get my beautiful dreams!

Jumat, 09 Mei 2014

Tetap Hanya Untukmu

Tidak ada lagi yang dapat kutulis. Semuanya telah terungkap dalam segala tingkahku. Aku yang merindukanmu, mencari-cari di tengah keramaian yang tak jua memunculkan dirimu yang kuinginkan untuk ada. Percuma.. disaat aku merindukanmu kamu tak pernah ada. Aku memang tak pernah mengatakan bahwa aku sangat merindukanmu tapi apakah sikapku kurang jelas bagimu bila aku benar-benar sangat merindukanmu? Oh.. mungkin kamu masih tertutupi oleh bayang-bayang masa lalumu yang begitu indah itu mungkin. Jadi sebesar dan sekeras apapun aku mencoba untuk terlihat di hadapmu, aku takkan pernah benar-benar terlihat oleh hatimu. Jangankan hatimu. Di matamu saja mungkin aku tak pernah terlihat olehmu. Mungkin di matamu, aku ini hanyalah sebagian kecil dari penggemar yang terlalu berharap terlalu tinggi.

Harapku kini tak sebesar dulu. Mungkin di dalam hatiku aku masih merindukanmu namun aku harus benar-benar tahu diri. Dirimu yang kini ataupun dulu takkan pernah dapat kugapai bayangnya. Jangankan bayangmu, menatap wajahmu saja sudah jauh sekali jarak yang membentang. Kamu masih bernapas juga masih tersenyum seperti kala itu. Tapi perbedaannya kamu sudah jauh dan takkan pernah kembali. Mungkin kita dipertemukan hanya untuk membuatku lebih dewasa. Aku tahu di dunia ini tak ada yang namanya kebetulan. Semua terjadi sesuai skenario yang telah ditulis oleh Tuhan diatas sana tanpa ada seorangpun yang dapat memahaminya. Aku pun tak pernah paham dengan skenario yang telah ditulis oleh-Nya. Tapi satu yang kutahu dengan pasti bahwa skenario ini pastilah skenario yang terbaik. Semuanya yang terbaik untukku, untuk hidupku dan untuk semua yang selalu mencintaiku.

Hanya satu yang dapat menggetarkan hatiku dengan begitu dahsyatnya sehingga menatap wajahnya pun di layar kaca pun masih tetap terasa begitu dahsyatnya. Getarannya menjalar memanaskan dan menghanyutkan hatiku yang tetap sabar menunggu. Getarannya cukup mampu membuatku tetap tersenyum seberapa pun buruknya hidupku, lelahnya hariku dan sakitnya hatiku. Semuanya seakan sirna dalam sekejap mata. Namun satu yang kembali harus kuingat bahwa dia takkan pernah kembali sekeras bahkan selama apapun waktu yang telah kulewati dengan diam-diam mencintainya. Aku urung ketika semua orang berkata aku harus mengungkapkan apa yang kurasa. Bukan aku tak mau dan tak mampu. Aku merasa begitu rendah dan tak pantas untuk mengatakan langsung padamu. Bukan.. bukan aku berhenti mencintaimu. Mungkin kini aku masih mencintaimu. Tapi aku hanya berhenti untuk terlalu berharap karena hal itu terlalu menyakitkan. Tapi aku hanya berhenti untuk terlalu lama menunggu pada satu tempat yang sama yang takkan pernah mempertemukanmu denganku lagi.

Aku terlalu lama menunggu. Aku terlalu lama duduk di tempat yang sama selama waktu yang tak pernah kutahu ujungnya. Aku terlalu bodoh dan hina dengan terus berharap pada sesuatu yang semu. Sesuatu yang takkan pernah menjadi milikku, sesuatu yang takkan pernah menjadi penyemangatku di setiap harinya. Aku selalu terus berharap akan datang seorang yang dapat selalu menyemangatiku di setiap harinya melalui senyumnya, melalui perhatian yang selalu dia berikan, melalui pelukan yang selalu menenangkan, melalui kata-kata indah yang selalu diucapkan, melalui tangan yang selalu menggenggam erat setiap langkah serta jalanku, melalui bahu yang menjadi sandaran setiap keluh kesahku maupun melalui doa yang setiap kali dipanjatkan dalam sujudnya untuk kebahagiaanku untuk cinta yang tak pernah mungkin berhenti.

Aku terlalu klise berharap pada pengharapan yang semu. Semuanya terlalu menyakitkan namun aku selalu meyakini bahwa Tuhan sedang dalam proses mempertemukanku pada seorang yang pantas denganku. Yang tentunya mencintaiku, menerima apa adanya aku dengan semua kebodohan maupun kecerobohan dibalik usahaku menjadi sempurna. Aku lelah dengan semua kemunafikan ini. Aku harus selalu menjadi sempurna. Padahal aku ingin sekali bertemu dengan seseorang yang bisa menerima kebodohan maupun kecerobohanku dengan senyuman dan berkata bahwa dia akan menjadi pelengkap kebodohanku. Mereka hanya menatap kebodohanku dengan mengerikan seakan hanya akulah yang paling hina. Padahal jelas semua orang pasti tahu bahwa semua orang punya kekurangannya masing-masing. Tapi inilah aku. Seorang pecinta sejati, seorang perindu yang paling tabah dan pemendam paling tangguh.

Meskipun sesungguhnya aku sudah lelah. Tapi aku tetap mencoba seperti biasa. Seperti biasanya aku yang hanya bisa menangis sendirian tanpa ada orang yang mengetahui seberapa rapuhnya aku. Aku dibalik usahaku menjadi sempurna, sesungguhnya aku adalah orang yang paling rapuh dan lemah. Tapi ingatlah bahwa aku adalah pemendam paling tangguh yang akan tetap berdiri dengan tawa serta canda yang takkan pernah berhenti untuk menyembunyikan sebesar pun sakit dan kekecewaan yang aku rasakan. Aku takkan pernah menunjukkannya di depan umum karena aku bukanlah orang yang suka menunjukkan kesedihannya untuk membuat orang lain menggangap seberapa besar rapuhnya aku.

Ah, sudahlah. Takkan aku perbanyak lagi tulisan tentangku. Sudah cukup aku berharap pada sesuatu yang semu tak berujung. Aku akan mulai berhenti memikirkan segala tentangmu, mas. Segalanya.. terutama kenangan indah yang kuciptakan sendiri dengan khayalanku. Iya, khayalan tentang kembalinya kamu. Apalagi senyuman manis kala itu yang kau sunggingkan untukku. Oh.. tentu aku masih dengan jelas mengingatnya namun apalah terus mengingat bila tak ada kejelasan dari semua kesemuan ini? Baiklah.. aku akan perlahan pergi meninggalkan tempat ini. Tempatku menunggu selama ini tanpa sepengetahuanmu, tanpa pernah teraba olehmu tentang hadirnya aku di tempat ini, tanpa pernah membekas oleh orang yang kelak akan menjadi masa depanmu. Aku mencintaimu, aku benar-benar mencintaimu. Tapi biarkanlah aku pergi. Aku hanya ingin mencari kebahagiaan yang memang diciptakan untukku. Meski bukan kamu. Meski bukan seperti yang kuharapkan. Tapi Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untukku.

Terima kasih untuk segala kenangan indah yang kebanyakan aku sendiri yang menciptakannya,
Terima kasih untuk segala hal yang memotivasiku menjadi lebih baik,
Terima kasih untuk senyuman manis kala itu,
Terima kasih untuk pesan yang kau sampaikan sore itu,
Terima kasih untuk genggaman tangan yang membuatku pernah menangis,
Terima kasih untuk segala pelangi yang pernah kau tunjukkan saat aku tersesat menuju hatimu,
Aku mencintaimu, benar-benar sangat mencintaimu,
Tapi biarkanlah aku pergi untuk membiarkanmu bahagia dan aku juga bahagia,
Meski nantinya itu bukan kamu tapi aku yakin itulah yang terbaik.

Kamis, 08 Mei 2014

(REVIEW) Etude House Dear Darling Tint Pink & Born Lippy Raspberry

Heihoo girls, ketemu lagi sama ane yang baru turun dari kahyangan. Eh typo, maksudku khayalan. Kangen nggak sama akuh yang cantik jelita spektakuler badai membahana? hohoho, udah lama nih nggak nulis. Maafkan karena banyak tugas yang nyesekin hidupku. Melelahkan.. padahal udah lama banget pengen nulis. Tapi malesnya udah memuncak sampek ubun-ubun jadi nggak jadi-jadi deh mau nuangin inspirasi di blog tercinta. Nah.. setelah sekian lama, aku mau nge-review liptint baruku nih. First time aku make liptint nih. Karena lagi kecanduan sama apapun berbau etude house, maka terjadilah hasrat buat beli liptint ini. Apalagi lagi banyak-banyaknya drama korea yang bintang hallyunya bibirnya bergradien gitu. Natural banget makanya pengen buat nyobain.

Ini pembelianku sekitar 2 minggu yang lalu. Kali ini, aku mau nge-review yang dear darling tint. Dear darling tint ini mengiklankan diri sebagai lipstik yang tidak mudah luntur dan tidak mudah terhapus. Manfaatnya menjaga warna bibir, membuat bibir lembab dan halus karena mengandung ekstrak buah delima dan jeruk bali yang kaya akan vitamin dan mineral. Lalu bagaimana efeknya di bibirku? First time make, rasanya kayak abis pake lipstick banget. Berat kesannya dan kering. Tapi ternyata dibawa kemana-mana rasanya kayak nggak pake lipstick yang cuma dipake ada acara tertentu aja dong. Maklum kan aku masih unyu begini masa iya sukanya pake lipstick? hohoho, nggak banget deh ya. Aku yang masih anak sekolahan jelas dong maunya yang praktis nggak pake ribet. Kali ini aku pilih warna pink. Maklum aku kan maniak pink banget. Liptint ini membaur banget sama bibir. Namun tentu dong harus dipakein lipbalm dulu sebelum pake liptint ini. Maklum, bibir aku termasuk kategori tingkat maladewa sampek dulu aja sukanya nyuilin kulit-kulit bibir yang kering. Maklum, dulu waktu masih sekitaran smp cuek banget sama yang kayak begituan.



Itu tuh yang aku pake setiap pagi sebelum ke sekolah. Lipbalmnyah pake born lippy raspberry dari the body shop yang udah lama banget aku belinya. Seingetku sekitar habis lebaran tahun kemaren. Berarti udah ada setahun kali yah hehe. Jeleknya pake lipbalm ini, pakenya nggak higienis soalnya kan bentuknya cream yang harus dicolek kan pake tangan/kuas bisa sih. Tapi rempong amat deh ya kalau harus pake kuas jadi pake tangan aja udah cukup. Tapi hasilnya tidak begitu mengecewakan. Bibir rasanya jadi halus banget dan lebih glossy pink karena kali ini aku pilih varian raspberry yang dari wadahnya aja udah pink gitu. Selain itu, efeknya nggak begitu tahan lama apalagi kalau udah kena makan/minum jadilah harus touch up dong kalo gini. Tapi nggak ah rempong banget kalau gitu. Masa iya di sekolah bawanya kek gini, alay banget ntar dibilangnya. Tapi overall, aku suka banget deh tapi ya itu efeknya nggak begitu tahan lama.

Dear darling tint ini bentuknya cair sesuai lah sama namanya. Ada 4 varian warna merahnya. Aku lebih pilih pink dongs pastinya. Overall, aku suka sih sama warnanya yang membaur di bibir. Tapi nyeseknya, bibir malah tambah kering gitu. Ditambah lagi efeknya nggak begitu tahan lama. Make liptint ini setidaknya harus dikasih tissue/dibasahin air liur biar nggak begitu glossy biar efeknya bergradien kayak yang sering dipake para unnie-unnie cantik di korsel sana. Tapi tetep tak seunyu mereka deh ya hohoho. Warnanya nggak tahan lama apalagi kalau udah dipake makan. Minum doangs sih nggak begitu ilang. Nah kalau udah waktunya makan, ilang semua deh hohoho. Tapi percayalah, liptint ini keren banget bikin efek gradiennya itu loh bikin cute banget. Tapi ya itu, masalah yang nggak tahan lama sama bikin bibir malah cenderung lebih kering yang ngeselin. Repurchase this liptint? Enggak deh kayaknya karena ternyata hasilnya agak begitu mengecewakan tapi yasudahlah nunggu abis dulu sebelum beli liptint yang lainnya. Tapi overall, aku suka bangetlah.

Sekian dulu ya review kali ini. Gambar diambil secara acak di mbah google dan koreabuys karena sebenernya mau ngikutin foto bibirku yang pake liptint tapi pencahayaan nggak begitu memadai jadi urung deh buat moto bibirku. Entar deh kalau sikon udah memadai bakal aku review lagi. Thanks ya girls yang udah ngeluangin waktu buat baca. Oh iya, untuk produk selanjutnya bakal segera di review secepat mungkin yah. So, keep stay tune girls! Wassalam-

Sabtu, 05 April 2014

(REVIEW) Etude Wonderpore Series

Hello gals.. are you miss me? waks. Setelah sekian lama nggak pernah ngelanjutin review selanjutnya sejak 2 bulan lalu. Haha, lagi badmood abis akhir-akhir ini. How are you all? Yaudah deh nggak usah basa-basi kali ya. Daripada suntuk ngeliat tulisan ini langsung aja yaa buat etude wonderporenyah.

Sebenernya bukan semua seriesnya aku pake. Hanya beberapa yang aku anggep itu penting. Yaitu maskernya, freshnernya sama sikat mukanya. Sebenernya niat juga mau beli facial foamnya juga. Tapi berhubung facial foam yang lama masih jadi abisin dulu deh ya. Seperti yang udah aku review sebelumnya, baca: http://loveandloove.blogspot.com/2014/01/review-etude-wonderpore-freshner-clay.html , itu review pemakaian masker sama freshner selama 3 hari. Dan sampek sekarang berarti udah 2 bulan lebih deh ya. Lalu bagaimana dengan kabar mukaku sekarang teman-teman? Seperti yang bisa dilihat di akun instagram, 2 foto terakhir adalah foto tanpa efek loh. Biasanya sih make efek foto di whiten dikit. haha jujur amat haha.

Ini penampakan wonderpore series pertamaku. Dibeli sekitar tanggal 17 januari 2014 deh kayaknya. Waktu beli pertama dapet harga mahal. Sekitar 140rb'an buat freshnernya dan 180'an buat maskernya. Sial bener pas itu hah! tapi nggak apalah buat muka apa sih yang enggak, haha. Seperti yang sudah pernah di review. Kedua skincare ini kesayangan banget to the max. Selain bikin komedo pada 'minggat'. Ini juga bikin kulit cerah. Jadinya keluargaku udah pada bilang wajahku agak cerahan gitu katanyah. Dan kedua skincare ini juga salah satu obat waktu wajahku bruntusan gara-gara nyoba salah satu skincare yang juga pernah aku review gals. Packagingnya lucuh sekaleh warna biru. Baunya, awalnya sih agak-agak gimana gitu. Sepintas kayak alkohol. Awalnya aku agak takut karena jaman sekarang kan banyak yang jual skincare ada merkurinya atau apalah itu. Nah aku pernah nguji ini dan syukurnya nggak ada merkurinya. Masih penasaran kan apa ini aman. Aku nyoba lagi search tentang reaksi wajah waktu kena merkuri. Dari beberapa sumber mengatakan kalau wajah kena matahari bakal kerasa panas kebakar gitu terus gatel. Tapi sampek sekarang aku pake alhamdulillah nggak ada masalah. Malah aku merasa setelah pake ini wajah itu sepanjang hari lembab tapi nggak terlalu minyakan kecuali pas jam olahraga loh ya. Jangan salah sangka haha. Repurchasing this? Of course baby! bener-bener super recomended buat memberantas segerombolan komedo. Tapi memang aslinya buat komedo jadi ya jerawat masih sering nongol sih. Tapi setidaknya nggak sebanyak dulu. Paling akhir-akhir ini jerawat lagi nongol di sekitar pipi sama sebelah bibir sih. Ini udah lumayan kempes. Kalo dari jauh keliatannya cuma merah-merah aja sih. Maklum beberapa hari ini lagi banyak liburnya jadi dirumah cuma ngejogrok di depan laptop mantengin drama. Jadinya yah agak jerawatan juga hihihi. Tapi pokoknya kalian harus percaya aku nggak akan menghipnotis kalian namun ini bener-bener recomended product guys. Harganya emang agak mahalan dikit. Tapi kalo kamu bisa nemuin seller yang jual agak murah sih okelah karena emang aslinya etude itu udah terjangkau di negara asalnya sana. Cuman kita kan di Indonesia jadi ya emang mahal dikit lah jeung. Lebih enak kalo kalian langsung beli di Korsel sana. Wah lebih murah kayaknya hehe. Tapi ati-ati bisa aja lho ada seller palsu yang ngejual etude meskipun sampek sekarang belom ada yang malsuin skincarenya etude. but who knows?


Ini pembelian kedua etude punyaku. Niatku sih cuma beli brush sama nose pack. Tapi berhubung di seller etudenya instagram kagak ada. Yaudah aku malah coba-coba produk lain deh. Aduh ane boros bener gan. First time nyobain wonderpore brushnya itu ya agak tajem-tajem gitu brushnya perasaanku. Tapi ternyata pas dipake alus banget di muka. Ini serius loh dan setiap habis cuci muka itu rasanya keset banget sampek rasanya nggak tega buat megang muka sendiri. Padahal facial foamnya bukan punya etude tapi emang dasarnya brushnya emang enak banget jadi kerasa bersih banget deh mukaku. Karena akhir-akhir ini aku lagi penasaran sama yang namanya alphabet mask. Dibeli lah seri yang huruf K. Bukan apa-apa kenapa milih huruf K. Aku liat di internet katanya ginseng korea itu bagus banget buat menutrisi kulit. Yaudah beli deh korean ginseng mask nyah. And you know what? First time aku nyoba maskernya, aduh ngeselin. Why? karena topengnya yang terlalu besar buat mukaku sampek rambutku basah. Pas make ini jangan bayangin wanginya enak. Wanginya ginseng banget. Sok tau sih sebenernya. Tapi emang baunya kayak herba-herba'an gitu. Maklum kan di Indonesia nggak punya ginseng kayak punya Korea jadilah agak sok tau. Lagian ini kan berdasar sama tulisan di packagingnya kalo ini terbuat dari ginseng korea. Haha lupakan. Kenapa jadi debat begini? Oke, lanjut deh ya. Nyebelinnya lagi, maskernya lama banget keringnya sampek akhirnya ketiduran. Tapi dibalik kekurangan pasti ada kelebihan dongs. Pas make masker ini rasanya dingin banget di muka. Aku sih belum terlalu kena efek make masker ini. Maklum pas itu mukaku nggak lagi punya problem yang mengganggu jadi aku pikir make masker ini buat menutrisi aja deh. Harganya masker pack ini terbilang menengah deh untuk sekali pemakaian pula. Aku beli ini harganya 15ribuan dan wonderpore brushnya 65ribuan. Lumayan bukan? Oh iya, aku juga beli collagen eye patch. Tapi sampek sekarang belom pernah aku pake. Lupa terus sih mau make. Ntar kalo udah aku pake, aku bakal review'in deh ya. Mau tau perubahan dari bulan januari pemakaian pertama kali wonderpore white clay mask sama wonderpore freshner sampek bulan ini?




Foto disamping adalah foto sekitar bulan januari akhir kalo enggak februari awal. Lupa hehey. Nah, foto di bawah adalah foto tanggal 26 maret kemaren. Yang atas jelas dongs pake efek whiten. Nah di samping ini nggak pake efek sama sekali. Nggak beda kok sama yang asli hehe. Nggak terlalu beda kan sama yang pake efek meskipun masih keliatan merah-merah gitu. But, it's not problem deh ya. Nah, terbukti recomended bukan? Aku disini bukan untuk promosi atau apalah itu. Namun aku mereview bener-bener dari pengalaman pribadi. Dan kuncinya buat dapetin kulit idaman itu ya harus bener-bener komitmen. Sekali males, walah lebih nggak karuan lagi deh. Jadi, intinya rutin juga dan setidaknya seminggu harus ada ritual maskeran dan scrubing biar wajah tetep bersih serta pola hidup yang sehat. Kan percuma udah dirawat mukanya tapi masih hidup sembarangan. Yah, maksudnya seperti masih suka begadang. Nah ini sebenernya aku banget. Emang aku kan manusia kelelawar. Siang tidur pasti deh malemnya nggak bisa tidur. Kebiasaan jelek banget buat dipelihara sebenernya. Yah, pelan-pelan deh diilangin kebiasaan ini. Contoh lain kayak jajan sembarangan. Jaman sekarang polusi udah to the max loh. Aku yang tinggal di kota yang belom jadi metropolitan aja udah ngerasa gerah banget. Asapnya super nggak karuan dimana-dimana. Gimana dengan para kota metropolitan? Nah.. beware yah ladies! Jangan lupa buat pake masker kemana-kemana yah. Maklum paru-paru belon ada yang jual. Eh, kenapa bahasannya sampek sini? hehe. maaf ya kepanjangan. Maafkan daku yang menulisnya begitu panjang hingga ngantuk bacanya. Hehehe. Semoga bermanfaat buat kalian-kalian yang nyari solusi buat para segerombolan komedo. Thanks for reading gals! See you next review :)

Senin, 31 Maret 2014

Simple Base Skincare for Acne

Hai gals, I'm back!!
Disini aku mau nge-post tentang perawatan muka bagi yang berjerawat dan berkomedo. Nah untuk yang kedua, aku belum sepenuhnya terbebas dari komedo ini. Butuh lebih banyak lagi kesabaran. Haha udah ah malah curhat nih :) check it now deh!!

Facial wash milik sariayu ini memang andalan banget deh. Udah hampir setahunan pake facial wash ini. Pernah ganti-ganti facial wash lain tapi sayang nggak cocok jeung. Harganya pun pas sama kantong pelajar. Sekitar 11ribuan kalau di toko kosmetik grosiran sedangkan macam market besar biasanya 15ribuan.  Facial wash ini mengandung daun pegagan dan minyak kenanga. Oke, aku akan jelasin masing-masing secara lebih rinci.

*Daun Pegagan berasa manis, bersifat mendinginkan, memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, antispasma, anti-inflamasi, hipotensif, insektisida, anti-alergi dan stimulan. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid). Manfaat lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki, mencegah varises dan salah urat, meningkatkan daya ingat, mental dan stamina tubuh serta menurunkan gejala stress dan depresi. Kebanyakan pegagan dikonsumsi segar untuk lalapan tetapi adapula yang dikeringkan untuk dijadikan teh. Dan adapula yang diambil ekstraksinya untuk dibuat kapsul atau krim, salep, obat jerawat maupun body lotion.

Minyak kenanga sendiri sepertinya penyebab bau sariayu facial wash ini wangi gimana gitu loh. Pokoknya, buatku ini recomended deh ya. Biasanya facial wash lain bikin kering tapi alhamdulillah ini nggak bikin kering kulitku.


Wonderpore milik etude ini termasuk kesayanganku banget. Awalnya sih, iseng searching di google karena banyaknya selebgram yang pada pake etude house. Nah aku tambah penasaran dongs. Sialnya, karena aku tinggal di kota yang belom ada shopnya etude. Ya jelas dongs harus ber-online shop. Aku beli ini sekitar 150rb'an yang size 250ml. Aku makin penasaran karena kandungannya yang anti demodex. Tau dongs, itu loh semacam kutu tak nampak yang bersembunyi di kulit dan itu juga salah satu penyebab jerawat bok. Biasanya sih dipake sambil ditepuk-tepuk biar meresap. Bisa juga dijadiin face mist. Kalau aku sih lagi suka pakenya itu jadi face mist pake nanospray. Praktis sih tinggal semprot. Nah itu tergantung masing-masing sih pengennya gimana. Yang jelas. Produk ini recomended meski komedo masih sering namplok di wajah. Rasanya habis pake ini kering tapi lembab. Maklum yang kulitnya berminyak seneng dongs. Hehehe :)

Facial scrub sariayu varian jeruk. Kenapa aku pilih ini karena seperti yang telah diketahui bahwa kulitku itu berminyak dan jerawat getoh. Harganya pas kok sama kantong pelajar. Tapi aku lupa berapanya. Soalnya aku makenya awet banget padahal setiap 2 hari aku pake lho. Mungkin sekitar 15ribuan. Ini penggantinya peeling kalo maunya yang praktis. Ini pas banget waktu kulit mulai kerasa kotor banget dan berat karena polusi udara yang tiada hentinya terpampang nyata, ngakak! Biasanya dipake pas mau maskeran.






Ini namanya wonderpore white clay clear mask. Ini kesayanganku banget. Pas nulis ini baru aja aku maskeran pake ini. Bagiku yah, setelah maskeran pake ini kulit terasa kenceng banget bak kecepatan cahaya langit *alay. Tapi seriusan deh apalagi kalau habis maskeran dipakein wonderpore freshnernya. Walah tambah sayang banget buat pegang mukanya saking kencengnya dan keset set set *bukankesetlantaiplease!. Ini varian wonderpore seriesnya etude house. Kenapa aku cuma beli maskernya sama freshnernya? Ini karena kalo beli semuanya berarti ganti semua dong skincareku dan setiap bulan bakal nguras duit banyak dongs. Nah makanya cuma make masker dan freshnernya aja deh. Tapi menurut gue yak, ini bener-bener ampuh bingitssss. Mungkin anggap saja mukaku tidak seperti jeli yang kenyal tapi lebih ke kenceng banget. Kalo bisa dibilang pori-porinya rapet gitu loh. Bingung dah gimana jelasinnya. Cobain sendiri enak kali yak. Oiya, harganya ini termasuk mahal seh. Terakhir aku beli sekitar 180rb'an dan harga ini bisa beda-beda di setiap shop atau bahkan lebih mahal di counter etude shop sendiri. Dan inget banget pas pertama kali buka kemasannya, yang aku inget adalah es krim. Why? karena teksturnya tanah liat banget jadi kesannya es krim getoh ditambah ada spatulanya. Lengkap deh jadi makan es krim mukanya :D *maafkanhamba.

Pembersih jeruk ala sariayu ini menurutku pembersih kesayanganlah. Dipake habis cuci muka setelah pake freshner inih. Habis pake ini rasanya lembab banget tapi tetep pada kadarnya dongs. Kan nggak mungkin lembab banget ntar dikiranya kilangan minyak :D , tau dongs kenapa aku pilih varian jeruk. Ini karena wajahkuuuu yang berminyak dan berjerawat mamen. Tuang secukupnya di kapas usap-usapin deh. Beres langsung cus pake penyegarnya.








Ini juga kesayangan gueh pemirsa sebangsa. Penyegar ini seger banget. Haha, namanya juga penyegar *abaikan. Ini dipake setelah pake pembersih yang variannya jeruk tadi. Kalau petunjuknya sih makenya ditepuk-tepuk. Ah males, kalau gue sih diusap-usap aja terus make bedak deh. Itupun kalau nggak males juga. Tapi paling enggak sampek tahap ini masih dilakuin sih.








Nah kalau ini bukan daily skincare. Ini pelengkapku karena totol ini warnanya kuning kalo dipake. Jadi kalo dipake tiap hari, aneh dong orang liatnya haha. Karena intensive acne care ini dipake ketika ada jerawat yang meradang. Ini pernah aku pake berturut-turut 2 hari  ketika aku habis pake salah satu skincare yang nggak cocok di kulitku. Masa iya, mukaku bruntusan dan jerawatnya gede banget waktu itu. Yaudah aku coba sembuhin ini pake ini. Caranya gampang kok totol aja di atas jerawat. Bahannya terbuat dari belerang. Ini udah jelas banget karena baunya belerang banget soalnya. Jadi pas make ini jelas dong panas dan gatel gitu. Tapi voilaaa.. besoknya jerawatnya udah kempes dan tinggal nunggu ilang deh bekasnya. Bener-bener ampuh ketika dipake mau tidur dan paginya pasti udah kempes. Tapi ini tergantung dari tingkat peradangan pada jerawat. Kadang-kadang kalau jerawatnya kelewat besar, butuh 2-3 hari pake ini biar kempes. Tapi kalau ga terlalu besar, besoknya pasti udah kempes. Super duper recommended!

Ini versi keduanya setelah penggunaan intensive acne care. Kalo ini sih boleh dipake tiap hari karena modelnya cairan tapi harus tetep tahan karena baunya belerang banget. Ini dipake ketika wajah lagi bruntusan ato jerawatnya kecil-kecil disana-sini. Kalo ini aku pake diolesin ke seluruh wajah yang dirasa bruntusan. Panas dan gatel jelas terasa karena walo ini bentuknya cairan tapi kan bahannya dari belerang itu tadi. Tapi sungguh ini sangat bermanfaat buatku.






Dan tetep aja walaupun pake skincare ini-itu, tetep menang pake yang alami kan? makanya akhir-akhir banyak banget salon-salon yang nawarin facial bahan alami. Aduh, agak nggak percaya ah. Mending pake bahan alami yang ada di sekitarnya atau setidaknya bisa dijangkau keberadaannya hehe alias kalau di kotaku nggak ada buah beri2an ya udah beli aja yang kira-kira bagus buat jerawat apa. Misalnya, jeruk nipis, kiwi, lemon dan kopi bahkan cokelat, madu dan putih telur bisa juga buat perawatan muka. Tapi ati2 kadang-kadang walaupun bahan alami, beberapa kulit ada yang nggak cocok. Aku pernah nyobain pake madu buat masker tapi mukaku agak gimana gitu jadinya. Jadi semua itu tergantung kondisi masing-masing kulit yah.


Oh, I'm lemon lovers. Apapun yang menyangkut lemon suka banget. Dimana-mana kalo makan pasti nyarinya lemon squash atau kalo enggak lemon tea selain susu. Ini paling ampuh banget buat ngeberantas para jerawat. Perih sih pastinya tapi dijamin kempes dan muka jadi keset karena kandungannya yang membantu mengurangi minyak/sebum. Di samping itu, Lemon ini dijuga bisa mencerahkan kulit loh. Hihi menggiurkan banget kan lemon ini. Selain bikin seger tenggorokan ternyata juga bikin seger muka. Perih-perih dikit ilang rasanya ketika tau manfaatnya ketika rutin make ini. Back to nature yeah!


Tau kan di samping itu apa? Ya, es batu. Kenapa es batu aku masukkin. Aku terinspirasi dari salah satu buku kesayanganku tentang rahasia kecantikan para wanita korea. Disitu dibilang kalo wanita korea suka ngompres wajahnya pake salju. Disana mah enak ada saljunya. Nah kalo kita? akhirnya di siasatilah pake es batu. Ada yang bilang buat dikasih tetesan lemon. Tapi tergantung selera sih. Tapi kompres muka pake ini tuh ya, muka rasanya super duper kenceng banget selain keset. Apalagi kalo ada jerawatnya tambah deh. Super duper gampang kan nyarinya kalo ini? Murah dan bermanfaat pula. Gak nguras kantong lagi deh buat facial di salon. Hehe

Nah, sekian dulu yah post tentang dasar perawatan kulit buat jerawat yang amat sangat simpel. Namun dasar dari perawatan kulit memang harus rutin. Jadi kalo bentar aja males ya jerawatan lagi. Kayak gue nih, males dikit, suka deh jerawat nampang di muka. Hihihi. Nah kalo buat komedo, aku belom sepenuhnya nemuin solusinya. Yang jelas komedoku udah lumayan berkurang daripada yang dulu-dulu. Dulu, mukaku super duper banyak komedonya. Sekarang sih masih ada tapi ga sebanyak dulu. Aku lebih suka perawatan sendiri di rumah lah. Selain hemat uang juga hemat waktu karena ketika perawatan sendiri di rumah, aku masih bisa ngapain2 aja misalnya maskeran sambil nonton drama kesayangan atau lagi belajar. Nah bayangin kalo di salon, apa bisa nonton drama? haha, alay ah. Apalagi harga facial sekarang kan udah 100ribuan keatas yang bagus tapi ini masih lumayan murah kalo dibilang. Nah bayangin kalo beli masker sendiri, seumpama harga 100ribuan. Nah itu masker kan bisa dipake sebulan lebih bahkan 2 bulan lebih bukan? Dan tetap harus ngejaga pola hidup yang baik ya. Makanan yang sehat dan banyakin minum air putih juga karena air termasuk detoks alami gals. Nah, sekian dulu yah maafkan gue terlalu panjang sampek mata melotot buat ngebacanya. Thankies buat yang udah ngeluangin waktu buat baca artikel acakadut ini. Semoga berkenan yahh..

*images from google images*

Kamis, 13 Maret 2014

(REVIEW) NaavaGreen Product!

Hai gals, review disini bukan bermaksud untuk menghina/menjelekkan,sara atau promosi. Ini adalah review pribadi buat orang lain untuk menentukan/patokan karena masing-masing orang punya problema kulit masing-masing. Tapi disini, aku mempunyai problema kulit berminyak,berjerawat dan berkomedo yang lumayan parah.

Awalnya, aku denger dari sodara yang pake produknya naava. Kata dia, efeknya cepet dari klinik kecantikannya dulu. Aku mikir-mikir buat nyoba apa enggak. Dan karena pas itu, aku lagi bingung buat ngilangin komedo yang nampol di berbagai sudut area T ku. Dan juga karena tergiur oleh harga yang miring banget dan juga dipikir-pikir untuk klinik kecantikan setara segitu bisa punya harga yang miring banget. Oke, lalu aku nyoba konsultasi ke dokternya dan aku bilang ke dokternya aku pengen ngilangin komedo. Dan dokter langsung nyaranin gitu aja suruh pake creamnya dan suruh balik lagi 2 minggu lagi. Oke, aku akhirnya tergiur beli creamnya. Totalnya 80ribuan. Itu terdiri facial wash, toner, cream pagi dan cream malam. Dan kata kakakku setelah sampek di rumah, dari baunya produknya itu berbahan ringan. Jadi aku semakin yakin buat nyoba.

First time pake aku ngerasa komedoku lumayan bersih di daerah T dan lebih halus pas bagian itu. Aku semakin yakin dongs. Hari semakin hari, jerawat di sebelah bibir kanan yang udah hilang tiba-tiba muncul lagi dan malah semakin mateng pengen dicubit aja tuh jerawat haha. Aku tetep positive thinking tuh jerawat bakal kempes. 2 hari kemudian, jerawatnya lumayan kempes. Dan sekarang malah tumbuh di pipi, jidat dan sebelah bibir kiri. Intinya sekarang mukaku jadi bruntusan ga karuan. Sumpah ya ilfeel liat muka yang sekarang. Akhirnya, aku mulai minum obat jerawatku dan para tentara jerawatku bernama belerang kesayanganku hehe. Lumayan kempes sih. Tapi tetep aja masih bruntusan. Nyesek banget sumpah.

Dulu, mukaku ga segininya banget. Kalaupun ada jerawat paling nongol satu dua tiga doanglah. Nah ini, berasa kembali ke jaman baheula waktu belom kenal beautymate ku sebelum nyoba ini bahkan berasa kembali waktu pernah suka facial malah jadi nggak karuan. Alhamdulillah, facial cuma bertahan nggak sampek setahun berhenti karena memang mukaku yang malah nggak karu2an. Setelahnya, sampek sekarang sebelum seminggu ini pake naava baik-baik saja cuman memang komedo yang memang masih doyan bersarang di mukaku. Nah komedo itulah yang mendorongku untuk pengen facial lagi.

But, sekali lagi aku bukan bermaksud buat menghina, sara dan lain sebagainya itu. Aku disini menyatakan bahwa seperti kulitku nggak cocok sama naava. Karena cuma rentang seminggu aja, kulitku langsung bruntusan begini dan ada 3 jerawat yang gede mateng tinggal dimakan hehe. Kalau aku nggak pake belerang pasti udah nggak karuan mukaku sekarang. Mungkin besok bakalan berenti pake dan kembali ke skincare semula. Dan harus memulai rutinitas awal yaitu 2 hari sekali maskeran. Repot sih tapi memang itu yang baik buat mukaku biar kembali seperti semula.

Thanks ya gals buat yang udah ngeluangin buat baca. Maaf buat naava, bukan maksudku menghina. Ini sekedar review pribadi. Maaf ya yang merasa terhina/tersindir. Pokoknya sekali lagi aku meminta maaf sebesar-besarnya. Semoga berkenan buat yang pengen nyobain naava. Ini cuma review aja karena kembali lagi ke masing-masing problema kulit dan kondisi kulit masing-masing yang berbeda yah gals. Jadi sebaiknya dikonsultasikan dulu yah. Big thanks for everyone for reading!!! ^_^ {}

Selasa, 25 Februari 2014

Kamu, ya cuma kamu!

Hujan hari ini cukup deras mengguyur. Aku kedinginan menatap nanar lekat wajahmu di layar milikku. Kamu sedang tersenyum. Manis dan tampan sekali. Aku kembali merindukanmu. Aku kembali mengingat kenangan indah yang pernah aku ukir sendiri bersama bayanganmu. Meski itu hanya bersama bayangmu, semuanya terasa sangat indah. Aku tahu aku terlalu mencintaimu. Aku juga sangat mengerti bahwa aku sangat mengharapkanmu. Aku mungkin memang terlalu berharap waktu masih mau mempertemukan aku lagi. Tak ada yang mampu melebihi kamu di mataku. Aku mencintaimu dan akan tetap slalu mencintaimu.

Mungkin aku belum bisa melupakanmu. Melupakan semua kenangan yang memang sengaja aku buat sendiri. Aku tertawa dalam sikapku yang konyol saat merindukanmu. Semuanya terasa begitu menyenangkan. Namun tetap saja aku masih merindukanmu. Aku selalu menyesal mengapa dipertemukan denganmu ketika hati sedang tak enak sehingga melihatmu seperti petaka. Namun aku menyesal mengapa saat itu aku tak tersenyum padamu. Oh, betapa tololnya aku!

Kamu, iya kamu yang jauh disana. Kamu yang sedang tersenyum bersanding dengannya. Tahukah kamu bahwa kamulah sumber motivasiku. Kamu yang selalu hadir dalam wujud bayangan ketika aku sendiri butuh motivasi. Kamu yang selalu datang dalam benakku ketika jiwa sedang sendiri. Kamu motivasi terbesarku untuk meraih mimpi hingga kini. Aku yang tetap mencintaimu dan akan tetap mencintaimu, akan tetap menjadikanmu sebagai motivator luar biasa untukku. Aku merindukan suasana hangat yang kuciptakan sendiri saat memandangmu dulu yang sedang duduk berdua dengannya. Saat itu aku tahu aku cemburu. Aku tahu aku ingin menangis. Namun apa daya, aku tak bisa melakukan apa-apa. Meskipun hatiku sakit, aku tetap bahagia bila melihatmu bahagia juga. Meski bukan aku yang di sampingmu. Meski bukan aku yang jadi pewarna dalam hidupmu.

Aku mencintaimu dalam dimensi waktu jauh. Aku terkalahkan olehnya yang telah ada di hatimu hingga kini. Memang bukan salahmu juga bukan salahku. Aku tahu ini begitu menyakitkan namun apalah daya, aku mencintaimu tanpa alasan dan tak mampu hingga kini aku menghapus kenangan dengan mudahnya. Aku ingin kamu tahu disini ada orang yang setia berdoa untukmu. Menangis untukmu dan sok kuat. Padahal sejujurnya hatiku sungguh rapuh. Namun apalah daya, tanganku tak mampu menggapaimu. Memang, dulu aku pernah kau bawa terbang ke angkasa. Namun kamu malah pergi bersamanya lalu menjatuhkanku sesukamu. Dan tak pernah kembali. Betapa tololnya saat itu aku dan aku akan tetap tolol karna sampai sekarang masih mencintaimu!!

Aku tidak suka menunggu. Namun tetap saja tetap akan kalah pada jatuh cinta tanpa alasan atau jatuh cinta diam-diam padamu yang tak pernah kuketahui maksud tujuan Tuhan membuatku jatuh pada lubang yang sama berkali-kali tanpa memberitahuku bagaimana caranya melupakanmu. Aku mencintaimu, sungguh mencintaimu dan itu takkan pernah berubah meski sosokmu tak dapat lagi kulihat sesukaku seperti dulu. Dimana senyummu yang pernah kau sunggingkan padaku dulu? Mengapa tlah sirna termakan waktu? Aku merindukan kenangan itu dan mengapa kenangan itu tak pernah dapat terulang. Mengapa?

Mengapa hanya aku yang mencintaimu? Mengapa hanya aku yang merindukanmu? Mengapa hanya aku yang mengharapkanmu tanpa kamu mengharapkanku juga. Mengapa dan mengapa? Mengapa kamu yang ada di hatiku? Mengapa aku harus jatuh cinta padamu? Mengapa harus kamu? Pertanyaan itu tak pernah bisa di jawab dan itu pertanyaan dasar yang tak masuk akal sebenarnya. Tapi aku juga ingin tahu alasan Tuhan membuatku seperti ini. Aku mau tahu Tuhan!

Aku selalu berpikiran positif pada Tuhan. Berharap Tuhan kan segera membuatku melupakan dia yang sangat kucintai. Memang Tuhan pernah memberiku kesempatan untuk melupakannya. Namun Tuhan kembali membuatku jatuh cinta padanya lagi dan lagi. Aku bingung mengapa harus dia yang kucintai. Mengapa harus dia yang membuatku jatuh cinta untuk waktu yang lama ini. Aku tak bisa menahan lagi sakit yang luar biasa ini terutama saat merindukanmu. Kembali berharap kamu kan lagi datang untuk sejenak membiarkan aku menatapmu untuk membalas pertemuan yang tak pernah ku syukuri kala itu. Aku mohon, berikanlah aku waktu sejenak untuk menatapmu.

Dulu, aku berharap bertemu denganmu untuk terakhir kalinya. Setelah aku bertemu denganmu lagi, aku rasanya membencinya padahal aku tak bisa memunafikkan hatiku bahwa kala itu hatiku sangatlah bahagia. Namun berita itu yang membutakan hatiku untuk berbohong. Iya, aku berbohong bahwa masih mencintaimu. Padahal jelas-jelas aku sangat mencintaimu. Dan aku baru menyadari bahwa tidak cukup sekali untukku melihatmu. Rinduku selalu melebihi batas. Aku bahkan tak bisa menahan rindu yang selalu membludak hingga akhirnya aku kembali menangis. Iya, menangis karena merindukanmu sudah sering aku lakukan. Namun tetap saja. Butuh waktu yang sangat panjang bagi waktu memberiku kesempatan bertemu dengannya lagi. Kala itu aku bertemu denganmu setelah 6 bulan lebih tak melihatmu. Jadi akankah aku menunggu selama itu untuk bertemu denganmu lagi? Aku janji, aku akan tersenyum semanis mungkin saat bertemu denganmu lagi, entah kapan lagi waktu kan mempertemukan.

Aku dulu pernah berpikir sudah melupakanmu. Namun nyatanya hatiku kembali luluh akan cinta yang dulu pernah aku bangun sendiri tanpamu. Lalu aku dikejutkan oleh berita buruk tentangmu. Aku tak percaya namun ada fakta bukti yang membuktikan. Aku lantas percaya saja. Tanpa di duga, Tuhan mempertemukan aku lagi denganmu dalam keadaan aku yang kecewa padamu. Ya, aku kembali menyia-nyiakan waktu itu untuk tersenyum padamu. Namun penyesalan memang datang belakangan. Lebih baik kamu pergi sajalah untuk waktu yang lama untuk memberiku waktu menetralkan hati yang masih terluka seperti dulu. Aku memang mencintaimu namun biarkanlah aku mencoba melupakanmu perlahan. Jika suatu saat kta berjodoh, kita tetap akan bertemu lagi meski dimensi waktu telah berputar dan mencoba menjauhkan. Kita akan tetap betemu. Percaya itu!!

Untuk serpihan hati yang hilang,
Terbang bersama angin dan larut bersama air,
Mengalir seperti cinta yang tak pernah berhenti untuk waktu yang panjang,
Untuk penantian yang panjang,
Suatu saat kan ada jawaban indah yang kan mengobati hati yang terluka,
Dengan kebahagiaan yang luar biasa antara aku dan kamu,
Atau aku dengan takdirku.

Rabu, 05 Februari 2014

Kembali Lagi

Kamu masih seperti dulu. Masih selalu bisa membuatku terpesona dan berdecak kagum. Iya, karena kamu telah kembali dalam jangkauan mataku. Kembali aku dapat memandangimu lekat-lekat pesona yang tak pernah dapat aku lupakan begitu saja. Kamu memang kembali namun bukan untuk aku miliki. Kamu memang kembali namun seterusnya takkan bisa kupandangi lagi. Bukan karena apa. Tapi karena aku takut. Takut bila terus-terusan berdiri disini memandangimu aku takkan pernah melupakanmu. Namun nyatanya, meski aku sudah lama tak memandangimu, aku masih sangat mencintaimu seperti layaknya pertama kali dulu kita bertemu. Entah bagaimana caranya hati ini tetap bertahan mencintaimu selama ini. Bila ku hitung, sudah hampir 2 tahun hati ini telah tertambat padamu. Dan semua itu semu tak pernah ada kejelasan.

Mungkin aku yang terlalu bodoh terlalu menggantungkan harap yang tak pernah terwujud. Mungkin aku yang terlalu semudah itu jatuh cinta pada kekasih orang. Aku tahu itu salah, namun hal apa yang harus kulakukan untuk mencegahnya sedang hatiku menolak untuk tidak mencintaimu. Aku sudah mencoba beratus-ratus kali untuk melupakanmu namun apa daya hatiku semakin sakit untuk melakukannya. Serasa ingin ku buang hatiku saja karena ia tak pernah mendengarkan apa pintaku. Seharusnya ia menurutiku. Namun hatiku memberontak tak mau untuk melupakanmu. Hatiku malah semakin sakit untuk melupakanmu karena ia aku paksa namun yang ada malah semakin sakit dan terluka. Ya, memang aku terlalu mencintaimu dan tak pernah ku munafik tentangnya.

Kali ini waktu lagi-lagi mempermainkanku. Aku lelah untuk mencoba mengerti. Aku tidak lagi bisa mengerti apa artinya. Tapi aku harus mengerti apa yang diinginkan oleh waktu. Dia mengoyak-oyak kembali hatiku. Padahal aku sudah mencoba untuk membersihkan dari sisa-sisa puing harap yang lalu. Aku lelah untuk lagi berharap yang tidak pernah terjadi. Mungkin aku terlalu berharap. Sungguh sangat berharap meski aku tahu itu akan menyakitkan. Sesungguhnya aku tahu aku sakit dan tak mau untuk menambah luka yang hingga kini tak kunjung sembuh namun hatiku benar-benar tak mampu memunafikkan bahwa aku masih mencintainya.

Kamu ya tetap kamu. Masih selalu bisa membuatku terpesona. Masih selalu bisa membuatku tak berhenti untuk berdebar tak karuan. Aku masih mencintaimu. Seperti yang lalu. Dan bodohnya, aku masih mengharapkanmu. Dan berharap hari itu akan menjadi milikku bersamamu. Namun, itu tentu hanya khayalan imajiku semata. Sesungguhnya, aku lelah menjadi seperti ini. Rasa-rasanya aku ingin memutar waktu setahun lalu untuk mencegahmu datang ke hidupku bila pada akhirnya hatiku benar-benar terpatri untukmu. Mungkin aku menyesal. Namun, mencintaimu telah mengajarkan aku pada banyak hal.

Setahun lebih mencintaimu bukanlah hal yang mudah bila pada nyatanya kita tak pernah saling menyapa. Pada nyatanya kita tak pernah saling mengenal. Hanya aku yang selalu mengenalmu tanpa kamu mengenalku juga. Aku selalu muncul di setiap hampir semua sosial media milikmu. Mungkin karena kamu sudah memiliki kekasih jadi aku tak pernah terlalu ditanggapi. Padahal aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu. Sungguh jauh di dasar hatiku. Aku sangat mencintaimu dan mungkin sampai kapanpun, hanya aku yang merasakannya. Aku sangat mengharapkanmu dan mungkin sampai waktu tak lagi berputar, hanya aku yang mengharapkan kehadiranmu lagi. Dan bodohnya, aku tak bisa melupakan semua itu. Terutama senyuman itu. Oh, sungguh benar-benar aku mencintaimu!!!

Jadi, tetaplah hidup dengan tenang dan bahagia. Agar aku lega melihatmu dari kejauhan. Dan kapanpun bila kau ingin pulang, aku selalu dan akan selalu menyambutmu dalam hati yang akan tetap ada ruang kosong untuk kamu tempati kapanpun. Tapi janganlah kamu terlalu lama pergi agar ketika kamu pulang, hatiku tak ditempati oleh yang baru. Tapi sepertinya, hingga kini pun aku belum bisa melupakanmu jadi mungkin akan lebih lama untuk mengosongkan ruang di hatiku hanya untukmu seorang.

Tak ada kata yang lebih baik untuk mengungkapkan,
Selain kata cinta yang terucap dari hati yang tulus,
Yang akan selalu menunggu, kapanpun,
Tapi janganlah terlalu lama pergi jauh,
Jadi kejarlah bahagia sebanyak mungkin lalu temuilah aku,
Dan sediakan juga ruang kosong untukku tinggal, bersamamu.